Sejarah Rumah H. Sulaiman Pahlawan Pekanbaru Riau
Sumber sejarah terkait kehidupan Haji Sulaiman yang merupakan peninggalan pribadinya tidak semata ditujukan sebagai peninggalan sejarah. Tujuan utamanya adalah untuk keamanan dan terkait dengan administrasi dan urusan perusahaan yang dimiliki oleh Haji Sulaiman, anak-anak dan cucu-cucunya. Sehingga, sumber tersebut harus diolah sedemikian rupa untuk dapat menjadi data dan harus dianalisis dan disintesis untuk menjadi sebuah fakta sejarah.
Adapun sumber sejarah hidup Haji Sulaiman kategori bangunan, seperti Rumah Haji Sulaiman di RT 01/RW 05 Kampung Dalam, Senapelan. Dibangun tahun 1932 dan menjadi rumah kediaman Haji Sulaiman. Sampai saat kini, pewaris rumah ini belum berniat merobohkan rumah tersebut. Mereka masih menghargai nilai kesejarahan dari rumah tersebut. Gubernur Riau telah menetapkan status bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya pada tahun 2018. Namun, pelestarian dalam bentuk pengelolaan atau pemanfaatannya sebagai salah satu destinasi wisata atau menjadikannya sebagai lokasi Museum Tematik Haji Sulaiman belum menjadi perhatian pihak terkait.
Rumah panggung khas tepi sungai ini merupakan bentuk asli rumah melayu. Sebagian besar dalam keadaan asli dan karenanya kita dapat mengamati bahwa Haji Sulaiman pada masa lalu adalah orang berada. Masih tampak bahwa rumah tersebut mewakili kejayaan seorang pedagang yang merupakan kelas menengah ke atas pada masanya.
Selain rumah Haji Sulaiman di Kampung Dalam, ada satu rumah yang memiliki kaitan secara tidak langsung dengan Haji Sulaiman, yaitu rumah bercat hijau di Jalan Kesehatan No. 27, Kampung Bandar, Senapelan. Rumah ini dibeli oleh cucu Haji Sulaiman, yaitu Fateh Ali. Rumah ini sekarang ibarat museum untuk berbagai benda dan dokumen peninggalan Haji Sulaiman. Lokasi rumah ini semula adalah bekas markas tentara Jepang kemudian terbakar. Tanahnya kemudian dimiliki oleh Abas Maharajo Sutan. Fateh Ali kemudian membeli dan membangun rumah dengan model khas bentuk rumah melayu, yang tidak mengalami perubahan bentuk sejak didirikan tahun 1961-1962. Jendela-jendela rumah berupa bilah-bilah kayu yang terpasang permanen pada kusen dengan pemasangan kisi-kisi ram. Celah-celah di antara bilah tersebut menjadi tempat keluar-masuknya sirkulasi udara. Semua kusen pintu dan jendela merupakan balok

Komentar
Posting Komentar