Kisah Masa Kecil H. Sulaiman Pahalawan Pekanbaru Riau

     Haji Sulaiman bin Doost Mohamad lahir di Azamgarh, Uttar Pradesh, India, sekitar tahun 1883 M.3 Tidak ada informasi tertulis atau lisan tentang masa kecil dan remajanya di negeri kelahirannya ini. Begitupun dengan kedua orangtuanya. Menjelang akhir abad ke-19, orang India hidup dalam kebudayaan tradisional, berhirarki sosial dan cukup ketat. Mereka sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional. Mereka hidup bersama sebagai keluarga besar yang melampaui keluarga inti. Dalam sebuah keluarga India, biasa dijumpai anggota keluarga terdiri dari tiga hingga empat generasi tinggal di bawah satu atap. Berbagai permasalahan keluarga, merupakan persoalan bersama dan akan dibahas secara patriarkis, yang mengutamakan peran laki-laki. Suasana kehidupan keluarga yang mengandalkan laki-laki itulah, yang ditinggalkan oleh Sulaiman muda untuk merantau meninggalkan kampung halamannya.

    Belum diketahui rute pasti yang dilalui Haji Sulaiman ketika berlayar dari India ke Sumatera, karena tidak ada dokumen terkait yang membuktikannya. Agaknya ia melewati Semenanjung Malaya dan Singapura, lalu dari Singapura menyeberangi Selat Melaka, menyusuri Sungai Siak hingga sampai ke Kerajaan Siak. Tujuannya adalah merantau, mengubah nasib dengan berdagang sambil berdakwah. Dia bermaksud

    melanjutkan hidup di Kerajaan Siak yang terkenal dengan wilayahnya yang luas dan kesibukan perdagangan.


      
        


        Menjadi pedagang adalah pekerjaan yang banyak ditempuh oleh orang asing yang datang dari seberang laut. Orang Asing dianggap oleh masyarakat setempat sebagai orang dengan derajat yang lebih tinggi daripada masyarakat biasa. Penggolongan masyarakat pertama kali yang ditetapkan Belanda pada tahun 1884 menempatkan orang asing dan mereka yang dipersamakan dengan orang asing sebagai golongan masyarakat menengah ke atas dibandingkan dengan penduduk asli. Ini stratifikasi sosial yang dibuat oleh Pemerinah Hindia Belanda dalam politik kolonialis devide et impera. Kemudian pada tahun 1920, masyarakat dipecah dan digolongkan atas dasar keturunan, status dan ras menjadi Golongan Eropa, Golongan Timur Asing dan Golongan Bumiputera. Orang Eropa seperti orang Belanda, Inggris, dan Eropa lainnya dengan hak politik dan status istimewa di mata hukum menjadi golongan teratas. Orang Timur Asing (vreemde osterlingen atau foreign orientals) seperti orang China, Arab dan India yang merupakan golongan pendatang, memiliki status di bawah orang Eropa di atas orang pribumi. Orang pribumi (inlander) adalah penduduk asli Hindia Belanda, dengan hak yang terbatas dan status paling rendah. Namun, golongan pribumi ini juga disegregasi menjadi: golongan bangsawan dengan privilege tertentu dan pemimpin adat, ada golongan pemimpin agama, kemudian golongan rakyat biasa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makam tempat Peristirahatan Terakhir H. Sulaiman Pahlawan Pekanbaru Riau

Profil Singkat H. Sulaiman / Muhammad Sulaiman Pahlawan Pekanbaru Riau

Sejarah Rumah H. Sulaiman Pahlawan Pekanbaru Riau