Peninggalan Barang, Bahan, Surat H. Sulaiman Pahlawan Pekanbaru yang Masih ada
Sejak menginjakkan kaki di Pekanbaru, Haji Sulaiman (1883-1965) telah mengukir kota ini melalui perannya dalam dinamika sosial, budaya dan ekonomi. Rekam jejaknya masih dapat ditelusuri dan dikaji hingga kini karena meninggalkan banyak sumber. Peninggalan itu dalam berbagai jenis: sumber benda etnografis, sumber bernilai historis, dalam bentuk bendah bergerak dan tidak bergerak seperti tanah, bangunan, struktur bahkan dalam bentuk situs makam. Rekam jejak ini masih ada yang bisa diselamatkan, namun banyak lagi yang telah hilang atau rusak karena ketidaksengajaan dan faktor alam.
Peninggalan Haji Sulaiman yang ada pada saat ini merupakan sisa-sisa. Sebagian besar barang berharga miliknya telah dijual oleh generasi sesudahnya karena ketidaktahuan atau diangkut dan dipindahkan dari Pekanbaru. Menurut informasi dari keluarganya, sejumlah barang berharga milik Haji Sulaiman ada yang diberikan ke Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. Namun tidak diketahui persis penempatannya, apakah di anjungan Riau atau lainnya.
Perbendaharaan Haji Sulaiman yang bersifat pribadi
juga banyak yang sudah
tidak ada. Seperti baju, kain sarung, kacamata, peci, sepatu, rantang makanan, tongkat dan lain-lain. Menjelang
Haji Sulaiman wafat dan tidak lama
setelah wafatnya pada Januari 1965, barang-barang pribadinya hampir habis karena diminta atau dibagikan kepada
orang lain. Orang-orang pun berebut mendapatkannya, mungkin karena ada anggapan bahwa Haji Sulaiman memiliki ‘ilmu’ atau ‘kesaktian’
tertentu. Sehingga, benda-benda pribadi Haji Sulaiman hampir tidak
ditemukan lagi. Dari sekian tongkat yang
dimilikinya, hanya tersisa dua. Penyebab lain adalah ketidaktahuan pihak keluarga. Ada sejumlah dokumen telah
terbakar dan bukti benda, dibiarkan
teronggok di luar rumah karena dianggap tidak penting dan tidak terbayangkan akan diperlukan pada masa
depan. Akhirnya, benda-benda yang
semula berasal dari penggalian tanpa sengaja dari bunker di bawah rumah tersebut pun hilang dipungut pemulung.
Adapun sumber sejarah Haji Sulaiman terdiri dari sumber tertulis, sumber benda dan sumber lisan. Ketiga jenis sumber tersebut dapat diklasifikasikan menurut klasifikasi Gilbert J.
jumlah keseluruhan sumber sejarah Haji Sulaiman berdasarkan bahan: Garraghan (1957: 103-104): dikelola oleh anak cucunya, setelah diinventarisasi dan diklasifikasi, diketahui jumlah dokumen sebanyak 246 dokumen; terdiri dari 10 bundel amplop dokumen tanah, 8 amplop dokumen non tanah dan 1 amplop dokumen yang belum diinventarisis (33 dokumen). Dokumen tanah ada yang merupakan milik Haji Sulaiman, terkait dengan Hajah Tawiyah, Fatimah, Abdul Manan, Fateh Ali, Sjawkat Ali dan lain-lain. Adapun dokumen non tanah meliputi kuitansi pembayaran tukang, pinjaman, bon belanja, lisensi niaga untuk senjata, surat-surat terkait perjalanan haji, paspor, SIM, surat keterangan, ID Card, memo, dan lain- lain.

Komentar
Posting Komentar